KABARSAIRERI.COM – Abrasi pantai di wilayah Distrik Urei Faisei, Kabupaten Waropen, semakin mengkhawatirkan dan menjadi ancaman serius bagi keselamatan rumah-rumah warga yang berada di sepanjang garis pantai. Kondisi ini diperparah oleh badai ekstrem yang kerap melanda kawasan pesisir dalam beberapa waktu terakhir.
Dampak abrasi tersebut dirasakan langsung oleh masyarakat di Kampung Paradoi, Nubuai, dan Sanggei. Gelombang laut yang semakin kuat dan naiknya permukaan air laut saat cuaca buruk menyebabkan daratan terus tergerus, sehingga jarak antara laut dan permukiman warga semakin menyempit.

default
Salah seorang warga, Jhon Imbiri, menyampaikan kekhawatirannya terhadap keselamatan rumah dan aktivitas masyarakat pesisir. Menurutnya, badai ekstrem menjadi ancaman nyata, terutama bagi warga yang bermukim tepat di garis pantai.
“Kalau badai datang, ombak sangat kuat dan langsung menghantam pantai. Kami khawatir rumah-rumah bisa rusak atau terseret abrasi,” ujar Jhon.
Ia berharap pemerintah daerah Kabupaten Waropen dapat segera menyusun perencanaan yang serius dan berkelanjutan untuk mengatasi persoalan abrasi pantai tersebut. Salah satu solusi yang diharapkan masyarakat adalah pembangunan talud atau penahan pantai guna melindungi permukiman warga dari terjangan ombak dan badai ekstrem.

Warga menilai penanganan abrasi pantai tidak bisa lagi ditunda, mengingat dampaknya menyangkut keselamatan jiwa, tempat tinggal, dan keberlangsungan hidup masyarakat pesisir. Selain talud, masyarakat juga berharap adanya kajian teknis dan langkah mitigasi bencana yang melibatkan warga setempat.
Abrasi pantai di Distrik Urei Faisei menjadi peringatan serius akan pentingnya perhatian pemerintah terhadap wilayah pesisir yang rentan terhadap perubahan iklim dan cuaca ekstrem, agar masyarakat dapat hidup dengan aman dan berkelanjutan di tanah mereka sendiri. (*)













