KABARSAIRERI.COM – Beredar luas di media sosial dan sejumlah platform pesan instan narasi yang menyebutkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump berencana memindahkan sekitar 1 juta warga Israel ke Papua. Informasi tersebut memicu keresahan dan perdebatan publik, khususnya di Papua. Namun, setelah ditelusuri, narasi di akun tiktok https://www.tiktok.com/@abahumarparanormal tersebut tidak didukung oleh fakta yang valid dan tergolong sebagai informasi menyesatkan (hoax).
Tidak terdapat pernyataan resmi, dokumen kebijakan, maupun rilis dari pemerintah Amerika Serikat, pemerintah Israel, atau pihak Donald Trump sendiri yang menyebutkan adanya rencana pemindahan warga Israel ke Papua. Hingga saat ini, isu tersebut hanya bersumber dari unggahan media sosial dan kanal tidak resmi tanpa data pendukung yang dapat diverifikasi.

Para pemerhati kebijakan internasional menegaskan bahwa pemindahan penduduk lintas negara dalam jumlah besar tidak mungkin dilakukan tanpa kesepakatan formal antarnegara, persetujuan pemerintah Indonesia, serta dasar hukum internasional yang kuat. Selain itu, Papua merupakan wilayah kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), sehingga segala bentuk rencana pemindahan penduduk asing ke wilayah tersebut tidak dapat dilakukan secara sepihak.
Dikutip dari Tempo.co, memverifikasi klaim tersebut dengan menelusuri berbagai sumber otoritatif serta melakukan wawancara langsung. Hasil penelusuran menunjukkan tidak ada bukti valid yang mendukung rencana Presiden Amerika Serikat Donald Trump, untuk merelokasi satu juta warga Israel ke Papua, Indonesia.
Direktur Informasi dan Media Kementerian Luar Negeri, Hartyo Harkomoyo, menegaskan bahwa narasi yang beredar di TikTok tersebut menyesatkan. “Tidak benar,” ujar Hartyo, Senin, 19 Januari 2026, dikutip dari Tempo.co.
Isu ini diduga kuat merupakan bagian dari disinformasi atau propaganda yang sengaja disebarkan untuk memancing emosi publik, menciptakan ketakutan, serta memperkeruh situasi sosial dan politik di Papua. Narasi semacam ini kerap muncul tanpa dasar yang jelas, terutama di tengah dinamika politik global dan konflik internasional yang sedang berlangsung.
Pemerintah Indonesia sendiri tidak pernah mengeluarkan pernyataan atau kebijakan terkait penerimaan atau pemindahan warga negara asing dalam jumlah besar ke Papua. Hingga kini, fokus pembangunan di Papua diarahkan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat asli Papua, pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan.
Masyarakat diimbau untuk tidak mudah mempercayai informasi yang beredar tanpa sumber resmi dan klarifikasi yang jelas. Publik juga diminta lebih kritis dalam menyaring informasi, terutama yang menyangkut isu sensitif terkait Papua, kedaulatan negara, dan konflik internasional.
Dengan demikian, narasi yang menyebut Donald Trump berencana memindahkan 1 juta warga Israel ke Papua dapat dipastikan tidak benar dan tidak memiliki dasar fakta yang dapat dipertanggungjawabkan. (*)














