KABARSAIRERI.COM – Kantor SAR Biak menggelar kegiatan Pembinaan Potensi dan Pemasyarakatan SAR yang ditujukan bagi para pelajar di Kabupaten Supiori, pada Rabu (11/2/2026).
Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan budaya keselamatan sejak dini serta memperkenalkan kesiapsiagaan bencana di lingkungan sekolah.
Sebanyak 39 pelajar dari berbagai perwakilan sekolah di Kabupaten Supiori hadir dengan antusias.
Tidak hanya siswa, para guru pendamping juga turut serta mengawasi dan mengikuti jalannya materi guna memastikan ilmu yang didapat bisa disosialisasikan kembali di lingkungan sekolah masing-masing.

Dalam kegiatan ini, instruktur dari Kantor SAR Biak dan Unit Siaga SAR Supiori membekali para siswa dengan tiga materi dasar penyelamatan, dimulai dari pengenalan tugas dan fungsi Basarnas dalam berbagai kondisi darurat hingga pelatihan Medical First Responder (MFR) untuk pertolongan pertama pada medis.
Mengingat letak geografis Supiori yang didominasi lautan, para pelajar juga diberikan materi krusial berupa teknik pertolongan di perairan (Water Rescue) agar mereka mampu menyelamatkan diri sendiri maupun orang lain secara aman.
Kepala Kantor SAR Biak, Kundori, berharap para pelajar tidak hanya sekadar memiliki wawasan, tetapi juga mampu menjadi “perpanjangan tangan” SAR di tengah masyarakat untuk memberikan bantuan awal saat terjadi keadaan darurat terutama dilingkungan sekolah.
“Kami berharap melalui pembinaan ini, para pelajar tidak hanya sekadar tahu, tapi juga mampu menjadi ‘perpanjangan tangan’ SAR di tengah masyarakat jika terjadi keadaan darurat,” ujar Kepala Kantor SAR Biak saat memberikan sambutan.

Kegiatan ini merupakan langkah preventif untuk membentuk karakter pelajar yang tangguh dan responsif terhadap situasi darurat. Dengan keterlibatan aktif 39 pelajar ini, diharapkan Kabupaten Supiori memiliki bibit-bibit potensi SAR yang siap mendukung operasi kemanusiaan di masa depan.
Acara ditutup dengan simulasi singkat yang memadukan teknik medis dan penyelamatan di air, untuk menguji pemahaman para siswa dalam menghadapi situasi darurat. (*)











