Menu

Mode Gelap
Pemkab Supiori Perkuat Kerja Sama dengan ATR/BPN, Siapkan Gedung untuk Operasional Kantor Pertanahan Buka Rakorda BPBD Se-Papua 2026, Bupati Biak Numfor Dorong Transformasi Penanggulangan Bencana Pastikan Kegiatan Belajar Mengajar Berjalan, Bupati Biak Numfor Kunjungi PAUD dan SD di Biak Utara

Kabar Saireri

MDF Minta Kader Golkar Papua Tak Prioritaskan DOB di Tengah Penurunan Fiskal

badge-check


					MDF Minta Kader Golkar Papua Tak Prioritaskan DOB di Tengah Penurunan Fiskal Perbesar

KABARSAIRERI.COM – Ketua DPD Partai Golkar Papua Matius D. Fakhiri meminta seluruh kader partainya tidak memprioritaskan pembentukan daerah otonom baru (DOB) di tengah kondisi fiskal Papua yang dinilainya belum stabil. Pernyataan itu disampaikan usai Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Golkar Papua di Jayapura, Kamis, 29 Januari 2026 kemarin.

Fakhiri, yang juga Gubernur Papua, mengatakan kemampuan keuangan daerah saat ini menurun signifikan. Ia menyebut Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Papua yang sebelumnya sekitar Rp14 triliun kini turun menjadi sekitar Rp7 triliun lebih.

“Sebagai gubernur, saya tahu persis kondisi fiskal Papua. APBD kita turun drastis,” kata Fakhiri. Ia membandingkan, provinsi-provinsi hasil pemekaran yang sudah ada hanya memiliki APBD sekitar Rp1,2–1,3 triliun.

Menurut dia, jika pemekaran kembali dilakukan, anggaran provinsi induk yang kini sekitar Rp1,3 triliun akan terbagi sehingga tiap provinsi hanya mengelola sekitar Rp600–700 miliar. Padahal, belanja pegawai Pemerintah Provinsi Papua saja mencapai Rp900 miliar dan masih mengalami defisit sekitar Rp200 miliar.

“Kalau begitu, bagaimana kita mau menghadirkan provinsi baru? Ini harus dipikirkan secara cerdas dan rasional,” ujarnya.

Fakhiri mengingatkan agar isu pemekaran tidak dijadikan komoditas politik yang berpotensi merugikan masyarakat. Ia meminta elite politik mengutamakan kepentingan publik dibanding agenda jangka pendek.

“Saya harap jangan ada yang menjual jamu politik tapi menyengsarakan masyarakat. Biarkan pemerintah berjalan dan fokus membangun dulu,” kata dia.

Menurut Fakhiri, prioritas saat ini adalah memperkuat peran pemerintah kabupaten dan kota untuk memperpendek rentang kendali pelayanan publik. Ia menegaskan Golkar Papua tidak menolak pemekaran, tetapi menilai waktunya belum tepat.

“Kami tidak anti pemekaran. Itu suatu keharusan bagi kami sebagai anak Papua. Tapi bukan sekarang. Kita harus bangun dulu provinsi induk, tingkatkan PAD, baru berpikir ke langkah berikutnya,” ujarnya.

Sebelumnya, Asosiasi Bupati se-Wilayah Saereri bersama masyarakat adat mendeklarasikan usulan pembentukan DOB Provinsi Kepulauan Papua Utara di Biak pada 17 Juli 2025. Usulan itu mencakup empat kabupaten: Biak Numfor, Kepulauan Yapen, Waropen, dan Supiori. (*)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Pemkab Supiori Perkuat Kerja Sama dengan ATR/BPN, Siapkan Gedung untuk Operasional Kantor Pertanahan

4 Juni 2026 - 22:51 WIT

Buka Rakorda BPBD Se-Papua 2026, Bupati Biak Numfor Dorong Transformasi Penanggulangan Bencana

4 Juni 2026 - 22:28 WIT

Sekretaris Partai NasDem Kepulauan Yapen Resmi Mengundurkan Diri, Sampaikan Terima Kasih kepada Masyarakat dan Pengurus

4 Juni 2026 - 00:30 WIT

Bupati Biak Numfor Tinjau Lokasi Ledakan Bom di Yenures, Pastikan Korban Dapat Penanganan Maksimal

1 Juni 2026 - 22:35 WIT

Anggota DPRK Kepulauan Yapen Ayub Rawai Salurkan BBR kepada Warga Pegunungan Muman dalam Reses 2026

23 Mei 2026 - 15:56 WIT

Trending di Kabar Saireri