Serui, KabarSaireri.com – Sikap jujur dan terpuji ditunjukkan oleh tiga siswa kelas VB SD Negeri 1 Serui setelah menemukan uang tunai sebesar Rp2.600.000 yang terjatuh di depan Toko Merpati Indah, kawasan Tarau, Sabtu (6/6/2026).
Tindakan mulia tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat karena menjadi contoh nyata bahwa nilai kejujuran masih tumbuh kuat di kalangan generasi muda.
Informasi ini disampaikan oleh wali kelas VB SD Negeri 1 Serui, Jillil Warinusi, melalui unggahan di media sosial Facebook. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 11.00 WIT saat ketiga siswa menemukan uang yang tergeletak di depan toko.
Ketiga siswa tersebut adalah Adinda Siti Hodija Pandawa, Kalazum Abdullah, dan Paskal Pandoni. Meski menemukan uang dalam jumlah yang cukup besar, mereka tidak tergoda untuk mengambilnya. Sebaliknya, mereka memilih menyerahkan uang tersebut kepada pihak sekolah agar dapat diamankan dan dikembalikan kepada pemiliknya.
“Anak-anak langsung menyerahkan uang itu kepada pihak sekolah. Setelah dihitung, jumlahnya mencapai Rp2.600.000 dan kemudian kami simpan dengan baik sambil menunggu pemiliknya datang,” ujar Jillil Warinusi.
Tak lama berselang, seorang warga bernama Subagio datang mencari uang yang hilang. Ia memperoleh informasi dari warga sekitar bahwa uang yang terjatuh telah ditemukan oleh siswa SD Negeri 1 Serui dan diamankan di sekolah.
Saat dimintai keterangan, Subagio dapat menjelaskan secara rinci jumlah uang yang hilang serta kronologi kejadiannya. Ia mengaku uang tersebut terjatuh akibat saku celananya yang robek. Setelah dilakukan pencocokan, pihak sekolah memastikan bahwa uang yang ditemukan memang milik Subagio.
Uang tersebut kemudian diserahkan kembali kepada pemiliknya. Sebagai bentuk rasa syukur dan terima kasih atas kejujuran para siswa, Subagio memberikan sejumlah uang kepada guru untuk dibagikan kepada ketiga anak yang telah membantu mengembalikan uang miliknya.
Jillil Warinusi mengaku bangga terhadap sikap yang ditunjukkan anak-anak didiknya. Menurutnya, kejujuran merupakan nilai karakter yang harus terus ditanamkan sejak dini baik di lingkungan sekolah maupun keluarga.
“Saya sangat bangga kepada anak-anak didik saya. Mereka telah menunjukkan sikap jujur, bertanggung jawab, dan peduli terhadap sesama. Ini menjadi contoh yang baik bagi teman-teman mereka maupun masyarakat luas,” ungkapnya.
Peristiwa ini menjadi bukti bahwa pendidikan karakter yang diberikan oleh sekolah dan keluarga mampu membentuk generasi muda yang berintegritas. Di tengah berbagai tantangan kehidupan saat ini, tindakan Adinda, Kalazum, dan Paskal menjadi inspirasi bahwa kejujuran tetap menjadi nilai luhur yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Kejujuran tiga siswa SD Negeri 1 Serui ini bukan hanya mengembalikan uang kepada pemiliknya, tetapi juga mengembalikan harapan bahwa generasi muda Papua tumbuh dengan karakter yang baik, bertanggung jawab, dan menjadi teladan bagi masyarakat. (*)















