KABARSAIRERI.COM – Wakil Gubernur Papua Aryoko A.F. Rumaropen bersama Asisten Sekda dan pejabat terkait melakukan kunjungan lapangan ke Klinik Walihole Yoka, Kota Jayapura. Klinik ini merupakan fasilitas pelayanan penanganan Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) yang telah sekitar dua tahun tidak beroperasi akibat kendala pembentukan badan hukum. 29/1/2026
Dalam kunjungan tersebut, Wagub Papua Aryoko Rumaropen menegaskan pentingnya pengaktifan kembali Klinik Walihole Yoka, mengingat peran strategis klinik ini dalam penanganan HIV/AIDS di Papua. Pemerintah Provinsi Papua menyatakan komitmennya untuk mendukung operasional klinik melalui penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), serta dukungan sarana dan prasarana.
Keberadaan Klinik Walihole Yoka dinilai sangat vital, mengingat jumlah kasus HIV di Papua telah mencapai lebih dari 24.000 orang. Pengaktifan kembali layanan klinik ini juga sejalan dengan Misi Papua Sehat, yang menekankan pada penyediaan akses layanan kesehatan yang berkelanjutan dan inklusif bagi masyarakat Papua.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, dr. Beeri Isach Sooren Wopari, menyampaikan bahwa klinik khusus penanganan ODHA sangat dibutuhkan untuk memperkuat sistem layanan kesehatan di Papua. Dengan ketersediaan dokter dan tenaga paramedis yang memadai serta peningkatan kompetensi secara berkelanjutan, Klinik Walihole Yoka diyakini dapat menjadi solusi strategis pengendalian HIV/AIDS di Papua, selain upaya pencegahan yang terus dilakukan pemerintah.
Pengelola Teknis Klinik Walihole Yoka, Rumboi Werimon, menjelaskan bahwa klinik milik Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua ini berdiri sejak tahun 2010. Selama masa operasionalnya, klinik tersebut melayani hampir 200 pasien ODHA per tahun, dengan capaian signifikan, di mana banyak pasien AIDS berhasil pulih dan menjalani kehidupan mandiri sebagai penyintas HIV.
Pelayanan Klinik Walihole Yoka mencakup bayi, anak-anak, perempuan dan laki-laki dewasa, hingga pasangan suami istri. Terhentinya operasional klinik disebabkan oleh kendala regulasi, meskipun selama ini klinik mendapat dukungan pendanaan dari donor, Pemerintah Provinsi Papua, dan Pemerintah Kota Jayapura.
Dalam kunjungan tersebut, Indonesia Education Partnership (IEP), salah satu NGO yang aktif mendukung pengembangan SDM di Papua, menyatakan kesiapan untuk mendukung penuh pengaktifan kembali Klinik Walihole Yoka. Dukungan ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas SDM serta menjamin keberlanjutan layanan penanganan ODHA di Papua. (*) / PAPUA.GO.ID












