Menu

Mode Gelap
Pemkab Supiori Perkuat Kerja Sama dengan ATR/BPN, Siapkan Gedung untuk Operasional Kantor Pertanahan Buka Rakorda BPBD Se-Papua 2026, Bupati Biak Numfor Dorong Transformasi Penanggulangan Bencana Pastikan Kegiatan Belajar Mengajar Berjalan, Bupati Biak Numfor Kunjungi PAUD dan SD di Biak Utara

Kabar Saireri

Warga Yapen dan Waropen Dihebohkan Video Hoaks Tangan Manusia dalam Ikan Cakalang

badge-check


					Warga Yapen dan Waropen Dihebohkan Video Hoaks Tangan Manusia dalam Ikan Cakalang Perbesar

KABARSAIRERI.COM – Masyarakat Kabupaten Kepulauan Yapen dan Kabupaten Waropen dihebohkan dengan beredarnya sebuah video hoaks berdurasi 48 detik yang tersebar luas di sejumlah grup WhatsApp. Video tersebut menampilkan potongan gambar yang disinyalir sebagai tangan manusia di dalam perut ikan cakalang, sehingga menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, Relawan TIK Papua, Mark Imbiri, dengan tegas membantah kebenaran video yang beredar tersebut. Ia memastikan bahwa informasi yang disampaikan dalam video tersebut tidak benar dan menyesatkan.

“Video itu tidak benar. Tidak ada penemuan tangan manusia di dalam perut ikan cakalang seperti yang beredar di media sosial,” tegas Mark Imbiri saat memberikan klarifikasi. Serui,12/1/2026 kemarin.

Menurut Mark, secara logika dan fakta biologis, ikan cakalang, sekalipun berukuran besar, sangat sulit bahkan hampir tidak mungkin menelan satu tangan manusia dengan lima jari dalam kondisi utuh.

“Ikan cakalang bukan predator yang bisa menelan anggota tubuh manusia seperti tangan secara utuh. Ini jelas tidak masuk akal,” jelasnya.

Lebih lanjut, Mark Imbiri juga membantah narasi yang mengaitkan video tersebut dengan peristiwa hilangnya 16 korban laka laut di Waindu, Kabupaten Kepulauan Yapen. Ia menegaskan bahwa kedua hal tersebut tidak memiliki keterkaitan sama sekali.

“Tidak bisa serta-merta dikaitkan dengan kejadian Waindu. Setelah kami telusuri, video tersebut pertama kali diunggah dan beredar sejak tahun 2018, jauh sebelum peristiwa yang terjadi di Yapen,” ungkapnya.

Mark mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, terutama yang berpotensi menimbulkan kepanikan dan keresahan publik.

“Masyarakat harus lebih bijak menggunakan media sosial dan WhatsApp grup. Pastikan informasi berasal dari sumber yang jelas dan dapat dipercaya,” pungkasnya.

Dengan adanya klarifikasi ini, diharapkan masyarakat Yapen dan Waropen tetap tenang serta tidak terpengaruh oleh informasi hoaks yang beredar di ruang digital. (*)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

83 Siswa Kelas VI SD Inpres 1 Serui Resmi Lulus, Plt Kepala Sekolah Tekankan Pentingnya Dukungan Orang Tua Tingkatkan Mutu Pendidikan

6 Juni 2026 - 19:14 WIT

Tiga Siswa SD Negeri 1 Serui Jadi Teladan Kejujuran, Kembalikan Uang Rp2,6 Juta yang Ditemukan di Jalan

6 Juni 2026 - 19:05 WIT

Charles Gomar: Semangat Piala Dunia 2026 Bangkitkan Kreativitas Pelukis Jalanan di Serui

6 Juni 2026 - 15:41 WIT

Sampah Berserakan di Pasar Aroro Iroro Serui, Pedagang Keluhkan Bau Tak Sedap

5 Juni 2026 - 19:59 WIT

Sekretaris Partai NasDem Kepulauan Yapen Resmi Mengundurkan Diri, Sampaikan Terima Kasih kepada Masyarakat dan Pengurus

4 Juni 2026 - 00:30 WIT

Trending di Politik & Pemerintahan