KABARSAIRERI.COM – Warga Kampung Soromasen, Distrik Yapen Utara, Kabupaten Kepulauan Yapen, berharap pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Yapen segera menuntaskan pembangunan dua kopel rumah guru SD Negeri Soromasen yang hingga kini belum rampung.
Harapan tersebut disampaikan warga dan pemuda Jemaat GKI Bethel Soromasen bersama pemuda kampung melakukan kegiatan pembersihan halaman SD Negeri Soromasen. Dalam kegiatan tersebut, pemuda melihat secara langsung kondisi sejumlah bangunan sekolah yang belum diselesaikan.
Salah satu pemuda Kampung Soromasen, Charles Rumayum menyampaikan bahwa selain dua kopel rumah guru, terdapat pula dua ruang belajar yang bagian plafonnya belum selesai dikerjakan hingga saat ini. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat terkait kelanjutan pembangunan fasilitas pendidikan di sekolah tersebut.

“Kami pemuda dan jemaat melihat langsung bahwa ada pekerjaan yang belum tuntas. Dua kopel rumah guru dan plafon dua ruang kelas masih belum selesai. Kami ingin bertanya kepada pemerintah daerah, khususnya Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Yapen, apakah anggarannya sudah habis atau masih menunggu tahap lanjutan di tahun 2026 ini,” ungkapnya di Facebook, Jumat 23/1/2026.
Menurut warga, keberadaan rumah guru sangat penting untuk menunjang kenyamanan dan kehadiran tenaga pendidik di Kampung Soromasen, terutama mengingat kondisi geografis dan akses yang terbatas. Sementara itu, ruang belajar yang belum selesai dikhawatirkan dapat mengganggu proses belajar-mengajar siswa.
Masyarakat berharap pemerintah daerah dapat memberikan kejelasan serta memastikan kelanjutan pembangunan fasilitas pendidikan tersebut demi peningkatan mutu pendidikan di Kampung Soromasen.
“Kami tidak bermaksud menyalahkan pihak mana pun. Kami hanya berharap ada perhatian dan penjelasan yang jelas, agar pembangunan ini bisa segera diselesaikan dan dimanfaatkan,” ujar salah satu warga.
Warga Kampung Soromasen menegaskan bahwa aspirasi ini disampaikan sebagai bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan dan masa depan anak-anak di daerah tersebut. (*)














