KABARSAIRERI.COM – Di usia senjanya, Menase Swabra (68), seorang pensiunan guru asal Kampung Kanaki, Distrik Wonawa, Kabupaten Kepulauan Yapen, Provinsi Papua, justru memilih tetap produktif dan memberi manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Bermodalkan panel surya, Menase membuka usaha pembuatan es batu yang hingga kini sangat membantu masyarakat, khususnya para nelayan di wilayah pesisir Yapen Barat, Wonawa, hingga Yerui.
Usaha es batu tersebut merupakan inisiatif pribadi Menase Swabra yang telah dirintis sejak September 2019. Keputusan membuka usaha ini dilatarbelakangi keprihatinannya melihat kesulitan nelayan dalam mengawetkan hasil tangkapan laut.
“Bapak punya motivasi ini hanya ingin membantu masyarakat. Karena bapak sudah pensiun dan tidak ada aktivitas lain, jadi bapak buka usaha ini,” ujar Menase kepada media di Kampung Kanaki, Selasa (10/2/2026).
Ia menjelaskan, wilayah pesisir Wonawa didominasi oleh masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan. Namun, keterbatasan sarana pengawetan ikan menjadi kendala utama bagi mereka.
“Ini daerah pesisir, nelayan banyak, tapi tidak ada pengawet untuk hasil melaut. Jadi bapak pilih usaha es batu supaya bisa membantu mereka,” tambahnya.

Dalam sehari, es batu produksi Menase dijual dengan harga Rp7.000 per biji. Dari penjualan tersebut, ia mampu meraup omzet hingga Rp280 ribu per hari atau sekitar Rp1,9 juta per minggu.
Sejak pensiun pada 2019, Menase memutuskan kembali ke Kampung Kanaki dan menetap secara permanen. Seluruh peralatan usaha, mulai dari mesin cetak es, pendingin, hingga instalasi listrik berbasis panel surya, dibeli menggunakan dana pensiun pribadinya.
Tak hanya membantu masyarakat, usaha ini juga memberi dampak besar bagi keluarganya. Dari hasil usaha es batu tersebut, Menase berhasil menyekolahkan dua anak perempuannya hingga lulus dan meraih gelar sarjana dari Universitas Negeri Manado (Unima) dan Universitas Cenderawasih (Uncen) pada tahun 2023.
Meski demikian, perjalanan usaha ini tidak selalu berjalan mulus. Sejumlah kendala kerap dihadapi, mulai dari faktor cuaca hingga kerusakan mesin produksi.
“Alat sempat rusak sejak tahun 2024, jadi bapak tidak produksi es batu selama satu tahun lebih,” ungkapnya.
Ia menambahkan, produksi kembali berjalan setelah mengganti peralatan baru pada bulan ini. “Sekarang sudah produksi lagi,” ujarnya.
Sebagai informasi, Kampung Kanaki terletak di Distrik Wonawa, Kabupaten Kepulauan Yapen, tepatnya di pesisir ujung barat Kepulauan Yapen, di antara Kampung Wooi dan Wooinap.
Untuk mencapai kampung tersebut dari Kota Serui, masyarakat harus menempuh perjalanan laut menggunakan speedboat atau perahu jonson selama sekitar 4 hingga 5 jam.
Kondisi geografis tersebut membuat keberadaan usaha es batu milik Menase Swabra menjadi sangat vital dan dirasakan langsung manfaatnya oleh para nelayan di sekitar kampung. (*)












