KABARSAIRERI.COM – Kondisi ekonomi yang dirasakan para pengendara ojek pangkalan di Kota Serui, Kabupaten Kepulauan Yapen, kini semakin memprihatinkan. Jika beberapa tahun lalu para ojek masih bisa membawa pulang penghasilan harian sekitar Rp100 ribu hingga Rp200 ribu bahkan mencapai Rp300 ribu, saat ini banyak dari mereka mengaku pendapatan menurun dan sering berada di bawah Rp100 ribu per hari.
Situasi ini menjadi catatan bahwa kondisi ekonomi masyarakat di wilayah Kepulauan Yapen dinilai sedang tidak mudah. Berkurangnya jumlah penumpang serta melemahnya aktivitas ekonomi membuat penghasilan para pengemudi ojek ikut terdampak.
Salah satu pengendara ojek yang telah bekerja sekitar 7 hingga 8 tahun di Kota Serui, Han, mengungkapkan bahwa perubahan tersebut sangat terasa dibandingkan beberapa tahun lalu.
“Saya sudah lama ojek, kurang lebih 7 sampai 8 tahun di Serui. Dulu waktu ekonomi masih lancar, kami bisa dapat penghasilan yang cukup. Tapi sekarang sangat terasa sulit di tahun ini,” ujar Han.
Menurut Han, kondisi ini membuat para pengendara ojek harus lebih sabar menunggu penumpang setiap hari. Bahkan terkadang dalam satu hari penghasilan yang didapat tidak menentu.
Ia juga menyampaikan kekhawatiran para pengemudi ojek pangkalan apabila layanan transportasi berbasis aplikasi seperti Maxim masuk ke Kota Serui. Kehadiran layanan tersebut dikhawatirkan akan semakin memperketat persaingan dengan ojek lokal.
“Kalau nanti Maxim masuk di Kota Serui, bagaimana dengan nasib kami. Sekarang saja sudah susah. Kami berharap jangan sampai Maxim masuk di Serui,” ungkap Han.
Wawancara tersebut dilakukan usai berbincang langsung dengan Han di pangkalan ojek Kompas, kompleks pasar di Kota Serui, pada Selasa, 24 Februari 2026. Para pengendara ojek berharap pemerintah daerah dapat melihat kondisi ini sebagai perhatian bersama, mengingat ojek pangkalan merupakan salah satu mata pencaharian masyarakat kecil yang bergantung pada aktivitas harian warga. Mereka juga berharap ekonomi di Kepulauan Yapen dapat kembali membaik sehingga pendapatan masyarakat, khususnya para ojek, dapat meningkat seperti sebelumnya. (*)
Iqi















