KABARSAIRERI.COM – Siswa SMA YPK Penabur Serui melaksanakan ujian praktik mata pelajaran Seni Budaya pada Jumat, 13 Maret 2026. Kegiatan tersebut dikemas dalam bentuk praktik pesta peminangan adat, sebagai bagian dari pembelajaran untuk mengenalkan sekaligus melestarikan budaya lokal kepada para siswa.
Kepala SMA YPK Penabur Serui, Yulina Aba, mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan agar generasi muda tetap mengenal serta memahami adat istiadat yang dimiliki daerahnya. Menurutnya, di tengah perkembangan zaman yang semakin modern, budaya dan tradisi tidak boleh hilang atau dilupakan oleh generasi penerus.
“Melalui kegiatan praktik ini, kami ingin agar siswa dan generasi ke depan tetap mengetahui serta mengenang adat istiadat yang kita miliki. Perkembangan zaman jangan sampai membuat adat kita punah, sehingga kegiatan seperti ini perlu terus dilakukan,” ujarnya.
Guru mata pelajaran Seni Budaya, Ariance Maniburi, menjelaskan bahwa pembelajaran kali ini dirancang berbeda dari biasanya. Para siswa tidak hanya mempelajari teori di kelas, tetapi juga mempraktikkan langsung salah satu tradisi adat yang ada di daerah.

“Kami membuat pembelajaran ini sedikit berbeda agar setelah kegiatan ini selesai, anak-anak memiliki gambaran nyata tentang pesta adat yang ada di kabupaten tercinta ini, baik di Serui maupun di wilayah lainnya. Intinya, budaya harus terus dilestarikan dan selalu diingat dalam proses pembelajaran,” jelasnya.
Ia menambahkan, praktik yang dilakukan para siswa menggambarkan tahapan dalam pesta peminangan adat, sehingga para siswa dapat memahami secara langsung proses dan makna dari tradisi tersebut.
Kepala sekolah Yulina Aba juga menyampaikan bahwa pembelajaran berbasis praktik adat seperti ini sudah dua kali dilaksanakan di SMA YPK Penabur Serui sebagai bagian dari upaya memperkuat pendidikan budaya di lingkungan sekolah.
Melalui kegiatan tersebut, pihak sekolah berharap para siswa dapat tumbuh menjadi generasi yang tetap menjaga dan melestarikan adat serta budaya daerah, meskipun hidup di tengah perkembangan zaman yang terus berubah. (*)













