Waropen – Ibadah wilayah Badan Pengurus Wilayah Gereja Kalvari Pentakosta Misi di Indonesia (GKPMI) Kabupaten Kepulauan Yapen dan Waropen berlangsung khidmat di Gedung Gereja GKPMI Ekklesia, Kampung Roinggaiwa, Minggu (3/5/2026).
Ibadah mengusung tema “Mengandalkan Tuhan dalam Segala Situasi” yang diambil dari 1 Raja-raja 17:1–6, sebagai penguatan iman jemaat di tengah berbagai tantangan kehidupan.
Sebelum ibadah dimulai, pembawa acara Fonny Flora Imbab membacakan susunan acara. Selanjutnya, ibadah dipimpin oleh Worship Leader Pdm. Ester Airori, dengan pujian dan penyembahan yang berlangsung penuh sukacita dalam tuntunan Roh Kudus.
Turut hadir Bupati Waropen Drs. Fransiskus Xaverius Mote, M. Si serta Ketua Badan Pengurus Daerah (BPD) GKPMI Provinsi Papua Pendeta Johanis Petrus Menanti, S.Th., yang juga memimpin jalannya ibadah. Hadir pula Ketua Wilayah GKPMI Yapen dan Waropen Pendeta Selopes Menanti, SE, S.STPI, M.Si. Ibadah ini juga dihadiri jemaat setempat, jemaat GKPMI El Shaddai Serui, jemaat Bukit Zaitun Kalidingin, jemaat Betlehem Ayari, jemaat Iman dan Doa Ampimoi, serta jemaat lainnya bersama para gembala.
Dalam khotbahnya, disampaikan bahwa mengandalkan Tuhan berarti tetap percaya di tengah keterbatasan, sebagaimana kisah Nabi Elia yang dipelihara Tuhan saat kekeringan. Dalam situasi sulit, Tuhan tetap menyediakan jalan dengan cara yang tidak terduga, dan iman yang teguh menjadi kunci melihat pertolongan-Nya yang tepat waktu.
Dalam sambutannya, Ketua BPD GKPMI Papua Pendeta Johanis Petrus Menanti, menyampaikan bahwa GKPMI telah hadir di Papua sejak 1962 dan terus berkembang di berbagai wilayah pelayanan, mulai dari Nabire, Paniai, Serui, Waropen hingga Papua Barat Daya.

Ia menjelaskan, GKPMI memiliki tiga pilar utama, yaitu Berkalvari, Berpentakosta, dan Bermisi, yang menjadi dasar pelayanan gereja dalam membangun iman jemaat.
Pendeta Menanti juga mengajak seluruh jemaat untuk terus menopang kepemimpinan daerah melalui doa dan keterlibatan aktif.

“Dukungan jemaat sangat penting agar kepemimpinan di Waropen dapat membawa kesejahteraan dan sukacita bagi masyarakat,” ujarnya.
Selanjutnya, dalam sambutannya, Bupati Waropen Fransiskus Xaverius Mote menegaskan bahwa gereja bukan hanya bangunan fisik, melainkan harus nyata dalam kehidupan setiap orang percaya.
“Gereja adalah kita. Ke mana pun kita melangkah, biarlah orang melihat gereja yang hidup melalui sikap, perkataan, dan tindakan kita,” ujar Mote.
Ia juga menekankan pentingnya kesaksian hidup sebagai cerminan firman Tuhan dalam keseharian, serta mengingatkan agar iman menjadi karakter yang membentuk cara berpikir dan bertindak.
Bupati turut mengungkapkan rasa syukurnya dapat hadir dalam ibadah tersebut, sekaligus mengenang perjumpaannya dengan Pendeta Johanis Petrus Menanti, yang pernah mendoakannya di Jayapura pada tahun 2017 saat masih bertugas di tingkat provinsi, serta pengalamannya saat menjabat sebagai Penjabat (Pj) Bupati Waropen pada tahun 2015 hingga Februari 2016. Pertemuan kembali dalam ibadah ini dinilai sebagai bagian dari rencana Tuhan.
“Benih yang dulu ditanam, hari ini mulai bertumbuh di tanah yang subur,” katanya.
Mote juga mengingatkan pentingnya memperhatikan generasi muda sebagai fondasi masa depan daerah.
“Anak-anak dan pemuda hari ini adalah generasi emas Waropen 10 hingga 20 tahun mendatang,” ujarnya.
Di akhir sambutannya, Bupati bersama pendeta menyanyikan kesaksian pujian sebagai ungkapan penyerahan hidup kepada Tuhan, yang menambah suasana haru dalam ibadah:
Dengan menyanyikan lagu
Ku berserah, ku berserah
Tuhan pegang seluruh hidupku
Ku berserah, ku berserah
Ku tahu Tuhan baik bagiku
Usai sambutan, pendeta bersama para gembala turut mendoakan Bupati Waropen sebagai bentuk dukungan rohani terhadap kepemimpinannya.
Dalam kesempatan itu, panitia juga menyampaikan rencana pelaksanaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) V GKPMI Papua yang akan digelar di Waropen pada 24–27 Juli 2026 dengan tema “Tetap Bertahan di Dalam Tuhan” (Habakuk 3:17–19). Ketua Panitia Rakerda V GKPMI Papua, Pdm. Erensias Ruamba, S.Pi., turut menyampaikan proposal kegiatan kepada Bupati Waropen dan mendapat respons positif.
Proposal kegiatan diserahkan kepada Bupati Waropen dan mendapat respons positif. Waropen dijadwalkan menjadi tuan rumah yang akan dihadiri perwakilan dari berbagai kabupaten di Papua.
Ibadah ini memperkuat persekutuan jemaat sekaligus menegaskan peran gereja dalam membangun iman dan kehidupan masyarakat di daerah.














