KABARSAIRERI.COM – Keluarga korban kecelakaan laut di Kampung Waindu, Distrik Raimbawi, Kabupaten Kepulauan Yapen, menyatakan keberatan dan menolak keras tudingan yang menyebut Arius Mabui sebagai penyebab terjadinya kecelakaan laut yang menimpa 21 orang penumpang.
Pihak keluarga menilai tuduhan yang menyebutkan Arius Mabui mengemudi speedboat dalam keadaan mabuk adalah tidak benar.
Faktanya ; Arius Mabui tidak tau mengkonsumsi minuman alkohol.
Isu lainya yang menyebutkan Arius Mabui berbuat salah/pamali dengan menjalin hubungan dengan janda yang menyebabkan hantu Laut naik mencelakai mereka juga tidak benar.
Faktanya ; Arius tidak beristri hingga usia 52 tahun.

Hal ini tegas disampaikan oleh orang tua Arius Mabui, Bapak Stefanus Papare.
Keluarga besar Mabui, Arui Say menilai bahwa tuduhan tersebut sangat menyakitkan dan tidak berdasar, terlebih di tengah suasana duka mendalam akibat musibah yang telah merenggut nyawa serta menyebabkan sejumlah korban lainnya masih dalam proses pencarian.
“Kami sangat terpukul dengan pernyataan yang beredar di masyarakat maupun media sosial yang langsung menyudutkan Arius Mabui sebagai penyebab kecelakaan. Tuduhan itu tidak adil dan melukai perasaan keluarga,” ujar Sonny Papare salah satu perwakilan keluarga, Selasa (31/12/2025).
Keluarga meminta semua pihak untuk menahan diri dan tidak menyebarkan informasi sepihak yang belum dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, baik yang ada di kampung Andei, Waindu maupun dimana saja.
Arius dan 16 korban lainnya masih belum ditemukan, jangan kita saling tuduh apalagi dengan isu isu negatif, pinta Sonny Papare.
Keluarga Arui Say juga telah melakukan pencarian selama 3 hari penuh di Andei, Waindu dan daerah sekitar kecelakaan terjadi, sehingga jika ada isu negatif begini, keluarga sangat tidak menerima dan siap tempuh jalur hukum atas tudingan tersebut. (*)














