Menu

Mode Gelap
Pemkab Supiori Perkuat Kerja Sama dengan ATR/BPN, Siapkan Gedung untuk Operasional Kantor Pertanahan Buka Rakorda BPBD Se-Papua 2026, Bupati Biak Numfor Dorong Transformasi Penanggulangan Bencana Pastikan Kegiatan Belajar Mengajar Berjalan, Bupati Biak Numfor Kunjungi PAUD dan SD di Biak Utara

Kabar Saireri

Jangan Korbankan dan Berutang Kepada Masyarakat ! Fernando Worabai Beri Ultimatum Keras Kepada Pemda Yapen

badge-check


					Jangan Korbankan dan Berutang Kepada Masyarakat ! Fernando Worabai Beri Ultimatum Keras Kepada Pemda Yapen Perbesar

KABARSAIRERI.COM – Tokoh masyarakat Fernando Worabai memberikan ultimatum tegas kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Yapen agar segera menyelesaikan pembayaran pekerjaan pembangunan sekolah, jalan, jembatan dan pekerjaan lainnya.

Fernando menegaskan, keterlambatan pembayaran tersebut telah berlangsung cukup lama dan menimbulkan dampak serius, baik bagi masyarakat yang memberikan bahan baku seperti kayu, batu, pasir dan bahan bangunan lainnya juga kepada kontraktor pelaksana maupun para pekerja di lapangan.

Tegas dikatakan Fernando Worabai saat memalang pekerjaan SD Kanawa, Rabu 22/1/2026 kemarin.

“SD Kanawa itu saya palang ! Saya kasih waktu 3 hari untuk dinas. Kalau 3 hari tidak ada tanggapan dari dinas Pendidikan tidak tanggapi serius, saya pastikan akan palang seluruh sekolah di Yapen Barat sampai Yapen Utara” tegas Fernando.

Ia mengatakan bahwa pemerintah daerah jangan sengaja, pemerintah harus tahu bahwa pekerjaan ini kontraktor berhutang kepada masyarakat dan masyarakat mengeluh.

“Pemerintah harus tau bahwa ada utang antara kontraktor kepada masyarakat. Utang material yang masyarakat angkat juga mereka tuntut seperti kayu, batu, pasir dan segala macam itu masih berutang. Masyarakat mereka tuntut terus kepada kontraktor. Sebagai tokoh masyarakat, saya membela hak masyarakat agar pemerintah segera membayar kontraktor dan kontraktor pun dapat membayar utang mereka kepada masyarakat” jelasnya.

Ia menyatakan, ultimatum ini diberikan sebagai bentuk peringatan keras kepada Pemda Yapen agar tidak mengabaikan kewajiban pembayaran terhadap pekerjaan yang telah selesai. Menurutnya,ada kesinambungan antara masyarakat dan pekerja atau kontraktor, sehingga jika kontraktor masuk dan membangun disuatu wilayah, ada timbal balik hak dan kewajiban disitu, juga ada perputaran ekonomi disitu.

“Jangan korbankan dan berutang kepada masyarakat ! Segera bayar kontraktor dan kontraktor juga segera lunasi utang-utang kepada masyarakat” harapnya

Fernando juga menilai keterlambatan pembayaran proyek pendidikan mencerminkan lemahnya komitmen pemerintah daerah terhadap dunia pendidikan. Ia mengingatkan bahwa pembangunan sekolah bukan sekadar proyek fisik, tetapi menyangkut masa depan generasi muda di Kabupaten Kepulauan Yapen. (*)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

83 Siswa Kelas VI SD Inpres 1 Serui Resmi Lulus, Plt Kepala Sekolah Tekankan Pentingnya Dukungan Orang Tua Tingkatkan Mutu Pendidikan

6 Juni 2026 - 19:14 WIT

Tiga Siswa SD Negeri 1 Serui Jadi Teladan Kejujuran, Kembalikan Uang Rp2,6 Juta yang Ditemukan di Jalan

6 Juni 2026 - 19:05 WIT

Charles Gomar: Semangat Piala Dunia 2026 Bangkitkan Kreativitas Pelukis Jalanan di Serui

6 Juni 2026 - 15:41 WIT

Sampah Berserakan di Pasar Aroro Iroro Serui, Pedagang Keluhkan Bau Tak Sedap

5 Juni 2026 - 19:59 WIT

Sekretaris Partai NasDem Kepulauan Yapen Resmi Mengundurkan Diri, Sampaikan Terima Kasih kepada Masyarakat dan Pengurus

4 Juni 2026 - 00:30 WIT

Trending di Politik & Pemerintahan