KABARSAIRERI.COM, Supiori – Kabupaten Supiori kembali mencatat sejarah sebagai daerah pertama di Papua yang memulai pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih, sebuah program prioritas Presiden Republik Indonesia untuk memperkuat ekonomi masyarakat pesisir di wilayah timur Indonesia.
Bupati Supiori, Heronimus Mansoben, S.IP., M.Si, secara resmi melakukan peletakan batu pertama pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Kampung Waryesi, Distrik Supiori Timur, Rabu (10/6/2026).
Dalam sambutannya, Bupati mengungkapkan bahwa Supiori mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat dengan ditetapkannya 23 titik pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih, menjadikannya proyek perdana program tersebut di seluruh Tanah Papua.
“Saat ini kita sudah mulai melangkah dengan pengerjaan di lima titik pertama. Beberapa kampung, yakni Waryesi, Marsram, Yenggarbun, Waryei Sabarmiokre, dan Awaki akan berstatus sebagai hub,” ujar Heronimus.
Menurutnya, status hub tersebut akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung yang komprehensif guna memperkuat rantai ekonomi perikanan masyarakat.
Fasilitas yang akan dibangun meliputi cold storage atau tempat penyimpanan ikan berpendingin, SPBN, pabrik es, bengkel, hingga dermaga yang dapat menunjang aktivitas nelayan dari hulu hingga hilir.
Bupati menegaskan, pembangunan tersebut bukan sekadar proyek fisik, melainkan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir Supiori.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat adat, khususnya warga Kampung Waryesi dan Kampung Mansoben, yang telah memberikan dukungan dengan melepaskan tanah adat untuk lokasi pembangunan.

Heronimus memastikan bahwa pemerintah tidak mengambil alih hak masyarakat atas tanah tersebut.
“Pemerintah tidak mengambil alih tanah bapak-ibu sekalian. Setelah pemerintah selesai membangun seluruh fasilitas ini, bangunan dan hak pengelolaannya akan diserahkan kembali sepenuhnya kepada masyarakat setempat. Ini semua demi meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan lokal,” tegasnya.
Selain pembangunan sektor kelautan, Bupati juga mengungkapkan komitmen Pemerintah Kabupaten Supiori dalam mendukung Program Strategis Nasional lainnya, khususnya di bidang ketahanan pangan.
Ia menyebutkan bahwa dua hari sebelumnya pemerintah daerah telah meluncurkan pembukaan lahan cetak sawah seluas kurang lebih 200 hektare di Koriakam sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian pangan daerah.
Lebih jauh, Heronimus kembali mengingatkan pentingnya filosofi “Tiga Tungku” sebagai fondasi pembangunan di Tanah Papua.
Menurutnya, keberhasilan setiap program pembangunan hanya dapat dicapai melalui kolaborasi erat antara Pemerintah, Adat sebagai pemilik hak ulayat, dan Gereja sebagai pilar moral masyarakat.
“Pembangunan ini adalah milik kita bersama yang dilandasi oleh sinergi Tiga Tungku. Saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memberikan dukungan penuh serta ikut mengawasi jalannya pembangunan agar cepat selesai dan manfaatnya bisa segera kita rasakan,” katanya.
Sebagai simbol kuatnya kolaborasi tersebut, prosesi peletakan batu pertama dilakukan oleh perwakilan tiga unsur utama, yakni Perwakilan Adat, Perwakilan Gereja, dan Perwakilan Pemerintah Daerah yang dipimpin langsung oleh Bupati Supiori.
Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi baru bagi masyarakat pesisir Supiori, sekaligus menjadi model pembangunan berbasis kearifan lokal yang dapat direplikasi di berbagai wilayah Papua lainnya.















