KABARSAIRERI.COM – Suasana penjualan takjil di Pasar Aroro Iroro, Serui, menjelang bulan suci Ramadan tahun ini terlihat berbeda dari biasanya. Jika pada tahun-tahun sebelumnya pasar dipadati pembeli yang berburu aneka kue untuk berbuka puasa dan sahur, kini sejumlah pedagang mengaku dagangan mereka kerap tidak habis terjual.
Ani, salah satu penjual kue yang ditemui pada Selasa (14/02/2026), mengatakan penurunan pembeli sangat terasa dibandingkan Ramadan sebelumnya.
“Kalau dulu menjelang buka puasa seperti ini pembeli ramai. Sekarang kadang tidak habis, bahkan pernah kami bagikan saja,” ujarnya.
Menurut Ani, jika kue tidak terjual hingga malam, ia bersama pedagang lain memilih membagikan sisa dagangan ke kawasan Pantai Asuhan agar tidak terbuang sia-sia.
Sejumlah pedagang dan warga menilai lesunya pasar takjil tahun ini tidak terlepas dari menurunnya daya beli masyarakat. Selain kenaikan harga bahan pokok dan kebutuhan hidup, kebijakan efisiensi anggaran yang diberlakukan pemerintah pusat juga disebut berdampak pada perputaran uang di daerah.
Sebagian warga mengaitkan kondisi ini dengan kebijakan efisiensi yang diterapkan di masa pemerintahan Prabowo Subianto. Mereka menilai pembatasan dan pengetatan anggaran berdampak pada berkurangnya aktivitas belanja pemerintah serta proyek-proyek daerah, yang pada akhirnya memengaruhi sirkulasi uang di masyarakat.
“Sekarang uang seperti susah berputar. Biasanya kalau ada kegiatan atau proyek, masyarakat juga ikut merasakan dampaknya. Tapi sekarang terasa lebih sepi,” kata salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Tradisi membeli kue dalam jumlah besar menjelang Ramadan selama ini menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat Kepulauan Yapen. Namun kondisi ekonomi yang dinilai sedang melambat membuat warga lebih selektif dalam berbelanja.
Fenomena ini menjadi catatan penting bagi pemerintah daerah untuk memperhatikan dampak kebijakan fiskal terhadap ekonomi lokal, khususnya pelaku UMKM kecil yang menggantungkan penghasilan pada momen musiman seperti Ramadan.
Para pedagang berharap ada langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok serta mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah agar perputaran uang kembali normal.
Ramadan adalah bulan penuh berkah. Namun bagi pedagang kecil di Pasar Aroro Iroro Serui, tahun ini menjadi momentum refleksi bahwa daya tahan ekonomi masyarakat sedang diuji.
Iqi















