KABARSAIRERI.COM – Dalam rangka memperingati 171 Tahun Pekabaran Injil Masuk di Tanah Papua, warga Jemaat GKI Simon Petrus Manawi melaksanakan kegiatan parade rohani di lingkungan gereja yang berada di Distrik Angkaisera, Kabupaten Kepulauan Yapen, Kamis (5/2/2026).
Kegiatan parade tersebut berlangsung penuh sukacita, kebersamaan, dan semangat iman, yang didominasi oleh partisipasi aktif warga jemaat dari berbagai rayon di lingkungan GKI Simon Petrus Manawi.
Parade dibuka secara oleh Ketua PHMJ (Pelaksana Harian Majelis Jemaat) Jemaat GKI Simon Petrus Manawi, Ibu Pdt. F.P. Koimera, S.Si.Theol, dengan prosesi khas Papua yakni menabuh tifa sebagai tanda dimulainya rangkaian kegiatan.

“Parade ini adalah wujud syukur kami sebagai jemaat, karena Injil sudah hadir di Tanah Papua selama 171 tahun. Injil telah membawa perubahan besar bagi kehidupan orang Papua, termasuk di wilayah kami distrik Angkaisera,” ujar Pdt. Koimera saat menyampaikan pesan pembukaan.
Menurutnya, peringatan HUT Pekabaran Injil bukan hanya sekadar mengenang kembali peristiwa Mansinam 1855, tetapi merupakan momentum untuk memperkuat kembali iman jemaat dan komitmen pelayanan di tengah masyarakat.
“Ini bukan hanya kegiatan ramai-ramai, tetapi mengingatkan kita bahwa Injil hadir membawa terang, damai, dan keselamatan. Jemaat harus terus menjaga nilai-nilai itu dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Diikuti 8 Rayon, Suasana Penuh Semangat dan Damai
Parade tersebut diikuti langsung oleh 8 rayon yang ada di Jemaat GKI Simon Petrus Manawi. Setiap rayon tampil dengan kekhasan masing-masing, termasuk membawa atribut gerejawi, pakaian bernuansa Papua, serta iringan musik tradisional.
Selain menjadi ajang kebersamaan, kegiatan ini juga menjadi ruang perjumpaan antarwarga jemaat dari berbagai wilayah pelayanan.

Salah satu warga jemaat, Maikel Bonai, mengaku bangga karena kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dan melibatkan banyak orang.
“Kami senang karena semua rayon bisa ikut. Parade ini bikin kami makin kompak dan ingat kembali sejarah Injil masuk di Tanah Papua. Ini momen penting untuk kami di jemaat,” ungkapnya.
Hal senada juga disampaikan oleh salah satu pemuda gereja, yang menilai parade rohani seperti ini memberi semangat baru bagi generasi muda. (*)















