KABARSAIRERI.COM – Salah satu masyarakat Kampung Kanawa, Fernando Worabai, yang juga dikenal sebagai tokoh adat Sasawa, terpaksa melakukan aksi pemasangan palang di salah satu bangunan sebagai bentuk protes atas belum dibayarkannya pekerjaan Paket Pembangunan 1 Ruang Kelas Baru (RKB) SD YPK Kanawa yang bersumber dari APBD-Perubahan Tahun Anggaran 2024.
Fernando Worabai selaku pelaksana pekerjaan mengaku hingga saat ini hak pembayaran atas pekerjaan yang telah diselesaikan belum juga direalisasikan oleh pihak terkait.
Padahal, pekerjaan pembangunan ruang kelas tersebut telah rampung dan digunakan untuk kepentingan pendidikan anak-anak di Kampung Kanawa.
“Pekerjaan sudah selesai sesuai kesepakatan, namun sampai sekarang pembayaran belum kami terima. Ini menyangkut hak kami sebagai pelaksana dan juga menyangkut tanggung jawab pemerintah,” ungkap Fernando.
Aksi pemasangan palang ini dilakukan sebagai langkah terakhir setelah upaya komunikasi dan penyampaian keluhan tidak membuahkan hasil.
Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut bukan untuk menghambat pelayanan pendidikan, melainkan sebagai bentuk peringatan keras agar persoalan ini segera mendapat perhatian serius.
Masyarakat setempat menyayangkan keterlambatan pembayaran tersebut, karena dinilai dapat mencederai kepercayaan masyarakat adat terhadap program pembangunan pemerintah, khususnya di sektor pendidikan.
Warga berharap instansi terkait segera turun tangan dan menyelesaikan persoalan ini secara transparan dan adil, agar tidak menimbulkan konflik berkepanjangan serta tidak menghambat pembangunan dan proses belajar-mengajar di sekolah. (*)















