KABARSAIRERI.COM – Pelaksana (Plt) Kepala Distrik Raimbawi, Dody Lefta, menghimbau kepada seluruh masyarakat Distrik Raimbawi untuk lebih memperhatikan kondisi cuaca laut saat bepergian, baik pergi maupun pulang, khususnya bagi warga Kampung Sawendui, Waindu, Woda dan kampung-kampung lainnya yang mengandalkan transportasi laut.
Imbauan tersebut disampaikan Dody Lefta menyusul musibah kecelakaan laut yang terjadi di wilayah perairan Distrik Raimbawi yang memakan korban 21 orang ; 3 selamat, 2 ditemukan meninggal dunia dan 16 orang korban masih dalam pencarian.

Ia menekankan pentingnya keselamatan dengan tidak memaksakan perjalanan saat cuaca buruk atau hari sudah mulai malam.
“Sebagai kepala distrik saya menghimbau kepada masyarakat untuk selalu perhatikan cuaca laut. Jika gelombang atau hari sudah malam maka harus berteduh di kampung Barawai atau Andei. Itu langkah yang baik agar tidak celaka di tanjung Andei,” ujar Dody.
Selain jalur laut, Dody juga mengingatkan masyarakat agar berhati-hati saat menggunakan akses jalan darat.
Ia menyebutkan kondisi jalan di tanjakan ‘Adu Mama’ mengalami kerusakan sehingga berpotensi membahayakan pengguna jalan.
“Akses jalan darat di tanjakan Adu Mama saat ini rusak, jadi masyarakat perlu ekstra hati-hati jika melintasi jalur tersebut,” tambahnya.
Kepala Distrik Raimbawi saat ditemui di Kamar Mayat RSUD Serui, Rabu (31/12), saat mengantar salah satu jenazah korban kecelakaan laut yang ditemukan di Tanjung Kori untuk dilakukan otopsi.

Proses tersebut dilakukan guna mengetahui identitas korban yang hingga kini belum teridentifikasi.
Dody Lefta juga mengungkapkan bahwa selama proses pencarian terhadap 17 korban yang masih hilang, tim pencarian menghadapi sejumlah kendala.
Faktor cuaca buruk serta keterbatasan bahan bakar minyak (BBM) bagi masyarakat lokal menjadi hambatan utama hingga hari keenam pascakejadian.

Ia berharap masyarakat dapat mengambil pelajaran dari peristiwa ini dan selalu mengutamakan keselamatan dalam setiap aktivitas perjalanan, baik melalui jalur laut maupun darat. (*)















