KABARSAIRERI.COM – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Serui menerima satu jazad korban kecelakaan laut (lakalaut) yang terjadi di perairan Waindu, Distrik Raimbawi, Kabupaten Kepulauan Yapen, untuk dilakukan proses otopsi guna memastikan identitas korban. Rabu, 31/12/2025.
Jazad korban sebelumnya ditemukan oleh masyarakat di tanjung Kori dan selanjutnya diserahkan ke tim pencarian dan penyelamatan, kemudian langsung dievakuasi ke RSUD Serui dan dibawa ke kamar mayat untuk pemeriksaan forensik.

Kondisi jazad yang sudah rusak menyulitkan proses identifikasi secara visual, sehingga diperlukan tindakan medis lebih lanjut.
Direktur RSUD Serui, Erens Apasoi, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil awal otopsi, korban diketahui berjenis kelamin laki-laki dengan perkiraan usia di atas 50 tahun.
“Dari hasil pemeriksaan di kamar mayat, dapat dipastikan korban berjenis kelamin laki-laki dengan estimasi umur di atas 50 tahun,” ujar Erens Apasoi kepada wartawan.

Selanjutnya, Dokter Forensik RSUD Serui, Gamael Fonataba, mengungkapkan bahwa hasil otopsi lanjutan mengarah pada identitas korban atas nama Hans Mabui (52), yang diketahui merupakan motoris speedboat pada peristiwa lakalaut Waindu di Distrik Raimbawi, 24 Desember malam lalu.
“Hasil otopsi yang kami lakukan mengarah pada korban atas nama Arius Mabui, usia 52 tahun, yang merupakan motoris speedboat dalam kecelakaan laut di Waindu,” jelas dr. Fonataba.

Pihak RSUD Serui menyatakan akan terus berkoordinasi dengan pihak keluarga dan instansi terkait untuk proses administrasi selanjutnya, termasuk penyerahan jenazah kepada keluarga korban setelah seluruh tahapan medis dinyatakan selesai.
“Setelah hasil otopsi, kami serahkan jazad kepada keluarga untuk dimakamkan” tambah dokter Fonataba.
Peristiwa lakalaut Waindu sendiri menelan sejumlah korban dan masih menyisakan duka mendalam bagi masyarakat Distrik Raimbawi dan Kabupaten Kepulauan Yapen.
Tertanggal 31 Desember 2025, dari 21 korban ; 3 selamat, 2 ditemukan meninggal dunia dan 16 hilang dalam pencarian. (*)















