KABARSAIRERI.COM – Pemerintah Daerah Kabupaten Mamberamo Raya memfasilitasi pemulangan jenazah Mantri Spenyel Sayuri, tenaga medis yang menjadi korban kecelakaan speedboat di Sungai Mamberamo, untuk dipulangkan ke pihak keluarga di Menawi, Kabupaten Kepulauan Yapen.
Kecelakaan tersebut terjadi pada awal tahun 2026 (Peristiwa nahas ini terjadi pada Rabu, 14 Januari 2026, sekitar pukul 02.50 WIT). Speedboat yang ditumpangi enam orang penumpang bertolak dari Kasonaweja menuju Batavia, Kampung Sikari. Dalam perjalanan menyusuri Sungai Mamberamo, speedboat dilaporkan terbalik akibat derasnya arus sungai.
Saat kejadian, kondisi Sungai Mamberamo diketahui sedang surut, namun arus sangat kuat dan bergelombang, terutama di sekitar titik rawan Batavia. Kondisi tersebut menyebabkan speedboat tidak mampu melawan arus hingga akhirnya terbalik.
Akibat peristiwa tersebut, tiga orang penumpang sempat dilaporkan hilang dan langsung dilakukan proses pencarian serta evakuasi oleh tim gabungan bersama masyarakat setempat.
Adapun korban yang sempat dinyatakan hilang yakni Berthus Kusa selaku Kepala Kampung Sikari, Vicky Kusa yang merupakan adik dari Berthus Kusa, serta Spenyel Sayuri yang bertugas sebagai tenaga medis di Pustu Kampung Sikari.
Mantri Spenyel Sayuri kemudian ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab, Pemerintah Kabupaten Mamberamo Raya memfasilitasi proses evakuasi hingga pemulangan jenazah almarhum ke kampung halamannya.
“Pemerintah daerah membantu proses pemulangan jenazah agar almarhum dapat dimakamkan oleh keluarga di Menawi,” ujar pihak Pemda Mamberamo Raya.
Pemerintah daerah juga menyampaikan duka cita mendalam atas kepergian almarhum yang selama ini mengabdikan diri melayani masyarakat di wilayah pedalaman Sungai Mamberamo.
Jenazah Mantri Spenyel Sayuri diterbangkan dari Mamberamo Raya menuju Kabupaten Kepulauan Yapen dan selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga.
Setelah tiba di bandar udara Stevanus Rumbewas, Kamanap Serui. Jenazah langsung diantar dan diserahkan kepada pihak keluarga di Menawi, distrik Angkaisera, Jumat, 16/1/2026.
Peristiwa ini menjadi duka bersama sekaligus pengingat akan tingginya risiko transportasi sungai di wilayah pedalaman Papua, khususnya bagi tenaga medis dan masyarakat yang menjalankan aktivitas sehari-hari.















