KABARSAIRERI.COM – Suasana menjelang perayaan pergantian tahun 2025 di Pasar Serui, Kabupaten Kepulauan Yapen, tampak berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Meski lapak-lapak pedagang kembang Api dan petasan mulai menjamur di sepanjang Area Pasar, namun antusiasme pembeli terlihat menurun.
Berdasarkan pantauan KabarSaireri.com di lapangan pada Selasa (30/12025), aktivitas transaksi di lapak kembang api tidak sepadat biasanya. Para pedagang mengaku bahwa daya beli masyarakat tahun ini merosot jauh jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.
Salah satu pedagang di Pasar Serui, Mama Ende, mengungkapkan bahwa hingga H-1 malam tahun baru, barang dagangannya masih menumpuk. Ia merasa modal yang dikeluarkan belum kembali sepenuhnya.
“Tahun lalu, seminggu sebelum tahun baru itu orang sudah antre beli kembang api yang besar-besar. Sekarang, kebanyakan hanya cari kembang api kecil dan petasan korek untuk anak-anak. Itu pun tidak banyak,” keluhnya.
Diduga faktor menjadi penyebab sepinya pembeli, di antaranya daya beli masyarakat yang kurang membuat hiburan seperti kembang api dianggap sebagai kebutuhan tersier.
Meski kondisi penjualan kembang api sedang lesu, para pedagang masih menaruh harapan pada menit-menit terakhir atau tepat pada hari terakhir sebelum pergantian tahun.
Biasanya, warga Serui baru akan memadati lapak-lapak kembang api pada 31 Desember sore hingga malam hari sebelum lonceng tengah malam berbunyi.
“Kami berharap besok sore ada peningkatan. Setidaknya modal bisa kembali supaya tidak rugi besar,” tambah salah satu pedagang lainnya. (*)















