KABARSAIRERI.COM – Pemerintah provinsi Papua akhirnya buka suara terhadap kejadian laka laut yang menimpah 21 masyarakat kabupaten Kepulauan Yapen di kampung Waindu, distrik Raimbawi, 24 Desember malam.
Kini masuk hari ke 6 pencarian, akhirnya Gubernur Matius Fakhiri buka suara dan menyampaikan belasungkawa atas kejadian yang menimpah masyarakat Yapen.
Dilansir dari voxpapua, pemerintah Provinsi Papua secara aktif memonitor upaya pencarian korban hilang akibat kecelakaan speedboat.
Memasuki hari keenam pencarian 17 korban hilang akibat speedboat terbalik, Gubernur Papua Matius D. Fakhiri meminta agar seluruh potensi dikerahkan, termasuk bantuan dari TNI, Polri dan SAR.
“Ini sudah masuk hari keenam pencarian korban speedboat terbalik. Kami berharap, mudah-mudahan kalau pun ditemukan dalam kondisi meninggal, kami bisa menerima jasadnya,” kata Fakhiri di Kota Jayapura, Selasa (30/12/2025).
Fakhiri menegaskan, Pemerintah Provinsi Papua telah mengimbau seluruh pihak untuk membantu proses pencarian, termasuk memperluas area pencarian hingga ke pulau-pulau sekitar wilayah Yapen.
“Kami sudah minta pencarian dilakukan di semua pulau. Bahkan Pemprov Papua sudah meminta pihak Polri dan TNI untuk mengerahkan kapal-kapal yang ada guna membantu Pemerintah Kabupaten Yapen,” ujarnya.
Tidak hanya itu, Gubernur Fakhiri juga menyampaikan telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Biak Numfor untuk membantu pencarian di wilayah kepulauan yang berdekatan.
“Saya juga sudah meminta kepada Bupati Biak untuk melakukan pencarian di pulau-pulau yang ada di sana, seperti Padaido dan sekitarnya,” katanya.
Gubernur Papua menegaskan, pemerintah akan tetap memberikan bantuan kepada para korban dan keluarga terdampak, meski dengan keterbatasan anggaran daerah saat ini.
“Intinya, pemerintah akan memberikan bantuan. Memang mungkin tidak besar, karena Pemprov Papua saat ini memiliki keterbatasan anggaran. Tetapi mudah-mudahan apa yang diberikan, baik untuk korban di Sumatera maupun Yapen, bisa meringankan beban masyarakat yang sedang dilanda musibah,” katanya.
Atas musibah itu, Gubernur Fakhiri menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban.
“Secara pribadi dan atas nama Pemerintah Papua. Saya menyampaikan turut berduka cita atas musibah yang menimpa saudara-saudara kita di Yapen,” ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, speedboat yang mengangkut 21 penumpang memulai perjalannya dari Kota Serui menuju Kampung Waindu pada Rabu (24/12/2025) sekitar pukul 16.30 WIT. Namun dalam perjalanan, speedboat diterjang angin kencang yang disertai gelombang tinggi hingga akhirnya terbalik dan tenggelam.
Dari peristiwa itu, tiga korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat, 1 ditemukan meninggal dunia dan 17 orang lainnya dinyatakan hilang dan masih dalam pencarian. (*)















