KABARSAIRERI.COM — Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Kepulauan Yapen, Djorge Logianto, menerima aspirasi masyarakat Kampung Yapan dan Kampung Mantembu, distrik Anotaurei dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi C DPRK Kepulauan Yapen.
Rapat tersebut membahas persoalan erosi parah di Kali Manaenam yang kian mengancam permukiman warga dan pekuburan umum kampung Yapan dan Mantembu.
Dalam rapat yang dipimpinnya, Djorge Logianto menegaskan bahwa DPRK hadir sebagai wadah resmi untuk menampung dan memperjuangkan aspirasi masyarakat.
Ia menyatakan, seluruh masukan dan tuntutan warga akan segera diteruskan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Yapen untuk ditindaklanjuti sesuai dengan kewenangan yang dimiliki.
“Aspirasi masyarakat terkait erosi Kali Manaenam akan kami dorong kepada pemerintah daerah agar dapat dikerjakan sesuai dengan kewenangan yang ada, terutama oleh OPD teknis,” tegas Djorge.
Menurutnya, persoalan erosi dan banjir yang terjadi secara berulang di Kali Manaenam tidak bisa dibiarkan berlarut-larut karena berdampak langsung pada keselamatan warga, rumah tinggal, serta infrastruktur kampung. Oleh karena itu, DPRK melalui Komisi C akan melakukan pengawalan agar pemerintah daerah segera mengambil langkah nyata dan terukur.
Masyarakat Kampung Yapan dan Mantembu dalam kesempatan tersebut menyampaikan kondisi terkini di lapangan, termasuk rusaknya bantaran kali dan meningkatnya ancaman banjir saat curah hujan tinggi. Mereka berharap adanya solusi konkret dari pemerintah daerah, baik melalui penanganan darurat maupun langkah jangka panjang.
Perwakilan masyarkat kedua kampung, Martinus Wandamai, menyampaikan permintaan aksi cepat pembentukan Daerah Aliran Sungai (DAS) baru.
“Beberapa hujan lagi bisa menghanyutkan makam leluhur dan rumah di bantaran kali. Aspirasi ini kami bawa agar pemerintah segera menindaklanjuti sebelum bencana membesar. Lahan adat sudah dilepas dan siap pakai,” tegasnya.
Rapat dengar pendapat ini diharapkan menjadi awal dari penanganan serius erosi Kali Manaenam, sekaligus memperkuat sinergi antara masyarakat, DPRK, dan pemerintah daerah demi keselamatan dan keberlangsungan hidup warga di Kampung Yapan dan Mantembu.
Turut hadir Kepala Distrik Anutaurei, Kepala Kelurahan Antaurai, Kepala Kampung Mantembu, Kepala Kampung Yapan, unsur Bamuskam, serta perwakilan masyarakat terdampak. (*)















