Menu

Mode Gelap
Pemkab Supiori Perkuat Kerja Sama dengan ATR/BPN, Siapkan Gedung untuk Operasional Kantor Pertanahan Buka Rakorda BPBD Se-Papua 2026, Bupati Biak Numfor Dorong Transformasi Penanggulangan Bencana Pastikan Kegiatan Belajar Mengajar Berjalan, Bupati Biak Numfor Kunjungi PAUD dan SD di Biak Utara

YAPEN

Kepala Distrik Raimbawi Imbau Warganya Perhatikan Cuaca Laut dan Akses Jalan Darat

badge-check


					Kepala Distrik Raimbawi Imbau Warganya Perhatikan Cuaca Laut dan Akses Jalan Darat Perbesar

KABARSAIRERI.COM – Pelaksana (Plt) Kepala Distrik Raimbawi, Dody Lefta, menghimbau kepada seluruh masyarakat Distrik Raimbawi untuk lebih memperhatikan kondisi cuaca laut saat bepergian, baik pergi maupun pulang, khususnya bagi warga Kampung Sawendui, Waindu, Woda dan kampung-kampung lainnya yang mengandalkan transportasi laut.

Imbauan tersebut disampaikan Dody Lefta menyusul musibah kecelakaan laut yang terjadi di wilayah perairan Distrik Raimbawi yang memakan korban 21 orang ; 3 selamat, 2 ditemukan meninggal dunia dan 16 orang korban masih dalam pencarian.

Ia menekankan pentingnya keselamatan dengan tidak memaksakan perjalanan saat cuaca buruk atau hari sudah mulai malam.

“Sebagai kepala distrik saya menghimbau kepada masyarakat untuk selalu perhatikan cuaca laut. Jika gelombang atau hari sudah malam maka harus berteduh di kampung Barawai atau Andei. Itu langkah yang baik agar tidak celaka di tanjung Andei,” ujar Dody.

Selain jalur laut, Dody juga mengingatkan masyarakat agar berhati-hati saat menggunakan akses jalan darat.

Ia menyebutkan kondisi jalan di tanjakan ‘Adu Mama’ mengalami kerusakan sehingga berpotensi membahayakan pengguna jalan.

“Akses jalan darat di tanjakan Adu Mama saat ini rusak, jadi masyarakat perlu ekstra hati-hati jika melintasi jalur tersebut,” tambahnya.

Kepala Distrik Raimbawi saat ditemui di Kamar Mayat RSUD Serui, Rabu (31/12), saat mengantar salah satu jenazah korban kecelakaan laut yang ditemukan di Tanjung Kori untuk dilakukan otopsi.

Proses tersebut dilakukan guna mengetahui identitas korban yang hingga kini belum teridentifikasi.

Dody Lefta juga mengungkapkan bahwa selama proses pencarian terhadap 17 korban yang masih hilang, tim pencarian menghadapi sejumlah kendala.

Faktor cuaca buruk serta keterbatasan bahan bakar minyak (BBM) bagi masyarakat lokal menjadi hambatan utama hingga hari keenam pascakejadian.

Ia berharap masyarakat dapat mengambil pelajaran dari peristiwa ini dan selalu mengutamakan keselamatan dalam setiap aktivitas perjalanan, baik melalui jalur laut maupun darat. (*)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Apolos Sroyer Tegaskan Penolakan Masyarakat Adat Warbon, Tolak Hadiri Sosialisasi Tim BRIN

12 Juni 2026 - 00:56 WIT

83 Siswa Kelas VI SD Inpres 1 Serui Resmi Lulus, Plt Kepala Sekolah Tekankan Pentingnya Dukungan Orang Tua Tingkatkan Mutu Pendidikan

6 Juni 2026 - 19:14 WIT

Tiga Siswa SD Negeri 1 Serui Jadi Teladan Kejujuran, Kembalikan Uang Rp2,6 Juta yang Ditemukan di Jalan

6 Juni 2026 - 19:05 WIT

Charles Gomar: Semangat Piala Dunia 2026 Bangkitkan Kreativitas Pelukis Jalanan di Serui

6 Juni 2026 - 15:41 WIT

Sampah Berserakan di Pasar Aroro Iroro Serui, Pedagang Keluhkan Bau Tak Sedap

5 Juni 2026 - 19:59 WIT

Trending di YAPEN